1 Tahun Perang Gaza, Israel Makin Terpuruk secara Militer, Politik dan Ekonomi

Anton Suhartono
Israel semakin terpuruk setelah 1 tahun perang di Gaza, Senin (7/10) (Foto: AP)

Moral Tentara Israel Ambruk

Para ahli juga menyoroti bagaimana perang Israel di Gaza telah memengaruhi militer. Levy mencatat, militer Israel dalam tekanan berat di mana pasukan Zionis dipaksa melakukan pertempuran kota.

"Faktanya adalah bahwa mereka menghancurkan Gaza yang berarti militer tidak bisa bertempur di lansekap perkotaan. Semuanya harus dihancurkan, termasuk militernya, setelah setahun," kata Levy.

Dia juga menyinggung rasa lelah yang semakin meningkat di antara pasukan Israel.

"Bukan karena begitu banyak pasukan Israel yang terbunuh, tapi banyak yang mengalami luka parah dan banyak tentara cadangan yang tidak muncul lagi untuk bertugas," ujarnya.

Meskipun pada awalnya banyak dukungan luas untuk berperang, di mana banyak prajurit cadangan yang melapor untuk bertugas, kondisi itu telah berubah seiring waktu. Data yang dia ketahui, lebih dari 50 persen tentara cadangan tidak datang ke medan perang. 

Unit-unit di angkatan darat (AD) terpecah. Mereka tidak ingin berperang untuk pemimpin politik yang tidak sah dan mengejar tujuan yang tidak sah pula.

Dampak Ekonomi

Ekonomi Israel juga menderita akibat perang, dengan inflasi, pengangguran, dan penurunan investasi.

“Harga telah naik secara signifikan. Ada inflasi yang tidak dilaporkan. Ada ketidakmampuan yang tidak dilaporkan untuk mendapatkan stok segala sesuatu. Namun jika Anda melihat gambaran lebih besar pada ekonomi, tentu saja ini menimbulkan tekanan,” kata Levy.

Dia juga mencatat fenomena kaburnya warga Israel secara besar-besaran. Banyak dari mereka yang memilih untuk meninggalkan Israel dalam waktu lama atau memperoleh paspor kedua, terutama warga kaya yang punya uang untuk membeli rumah di luar negeri.

Selain itu, bandara internasional utama Israel yang berada di Kota Lid nyaris tidak beroperasi.

Maskapai penerbangan besar juga menolak untuk mendarat di kota pelabuhan Eliat.

Penutupan pelabuhan Eilat juga menjadi pukulan ekonomi telak. Penjualan mobil, industri besar di Israel, telah terhenti karena kurangnya impor.

Mantan negosiator Israel Gershon Baskin juga yakin, pemerintahan Netanyahu sedang menghancurkan ekonomi.

“Banyak anak muda Israel mengatakan, ‘Untuk apa saya tinggal di sini? Bagaimana masa depan saya di negara ini dengan kepemimpinan sekarang?’ Netanyahu sedang menghancurkan negara ini dan dia harus pergi,” kata Baskin.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
12 jam lalu

Iran Sudah Curiga Uni Emirat Arab Dukung Serangan AS-Israel sejak Awal

Internasional
12 jam lalu

Israel-Lebanon Sepakat Perpanjang Gencatan Senjata 45 Hari

Internasional
13 jam lalu

Dunia Sibuk dengan Perang AS-Iran, Israel Diam-Diam Gerogoti Wilayah Gaza

Internasional
17 jam lalu

Netanyahu: Israel Kuasai 60% Wilayah Gaza

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal