Terapi Plasma Konvalesen, Efektifkah Obati Pasien Covid-19?

Siska Permata Sari
Prime Show With Ira Koesno membahas soal terapi konvalesen. (Foto: iNews.id)

Hal yang sama juga dikatakan Wakil Kepala RSPAD Gatot Soebroto Brigadir Jenderal TNI dr A Budi Sulistya Sp THT-KL, MARS kepada pembawa acara, Ira Koesno.

“Pendonor adalah penyintas Covid-19 yang telah dinyatakan negatif, melalui tes pemeriksaan PCR dua kali, negatif, lalu selama 14 hari tidak ada demam, dan setelah diperiksa lagi hasilnya negatif (Covid-19),” katanay.

Untuk pendonor, diutamakan berjenis kelamin laki-laki atau perempuan yang tidak pernah hamil. Pendonor juga harus menjalani berbagai tes sebelum bisa mendonorkan plasma darahnya pada penderita Covid-19.

“Secara umum, ada harapan. (Kalau secara persentase), tentu nanti kita hitung berdasarkan kaidah ilmiah, karena ini jenis penelitiannya masih clinical trial (uji klinis), sehingga hati-hati untuk mengklaim,” ujarnya.

Melansir dari Mayo Clinic, terapi plasma konvalesen adalah pengobatan eksperimental yang digunakan beberapa dokter di sejumlah negara untuk orang dengan Covid-19 dengan gejala berat dan sangat berat atau parah.

Editor : Tuty Ocktaviany
Artikel Terkait
Health
8 hari lalu

Gejala Covid-19 Cicada yang Harus Diwaspadai, Demam hingga Sakit Tenggorokan

Nasional
8 hari lalu

Covid-19 Varian Cicada Diprediksi Sudah Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog

Health
8 hari lalu

Asal Usul Nama Cicada, Julukan Covid-19 Varian Baru yang Mulai Menggila

Health
8 hari lalu

Apakah Covid-19 Varian Cicada Mematikan? Cek Faktanya di Sini!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal