Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : AS dan Iran Kembali Saling Serang, Gencatan Senjata di Ujung Tanduk
Advertisement . Scroll to see content

Israel Gempur Lebanon! Iran Hentikan Komunikasi dengan AS, Perundingan Damai Terancam Batal

Selasa, 02 Juni 2026 - 03:00:00 WIB
Israel Gempur Lebanon! Iran Hentikan Komunikasi dengan AS, Perundingan Damai Terancam Batal
Iran menghentikan komunikasi tidak langsung dengan Amerika Serikat menyusul serangan besar-besaran Israel ke Lebanon (Foto: AI)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id - Iran menghentikan komunikasi tidak langsung dengan Amerika Serikat (AS) menyusul serangan besar-besaran Israel ke Lebanon. Selama ini petukaran naskah  atau dokumen antara Iran dan AS dilakukan melalui mediator Pakistan.

Kantor berita Tasnim melaporkan, keputusan itu diambil sebagai respons atas pelanggaran gencatan senjata yang terus dilakukan Israel di Lebanon. Iran sebelumnya memasukkan Lebanon sebagai salah satu syarat yang mendasari kesepakatan gencatan senjata dengan AS.

"(Tim negosiasi Iran akan menghentikan) Pembicaraan dan pertukaran naskah melalui mediator (sampai tuntutan mereka mengenai Gaza dan Lebanon dipenuhi)," demikian laporan Tasnim, dikutip Selasa (2/6/2026).

Para pejabat dan negosiator Iran menegaskan perlunya penghentian segera operasi militer Israel di Gaza dan Lebanon, serta penarikan penuh pasukan Zionis dari wilayah yang diduduki di Lebanon.

"Selama sikap Iran dan front perlawanan mengenai masalah ini tidak direspons, tidak akan ada pembicaraan (dengan AS)," demikian laporan media pemerintah tersebut.

Bukan hanya itu, Iran dan kelompok-kelompok proksinya, yang disebut poros perlawanan, mempersiapkan pembalasan atas serangan Israel. Militer Iran bahkan mempertimbangkan untuk membuka front pertempuran tambahan.

Langkah-langkah yang sedang dipertimbangkan termasuk penutupan total Selat Hormuz dan pengaktifan front-front lain, termasuk Selat Bab Al Mandab, sebagai cara untuk menekan Israel dan negara-negara sekutunya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut