“Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau berhubungan badan dengan perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan permukaan bumi yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu”. (QS. Al Maidah [5] : 6).
Sedangkan dalil As Sunnah merujuk pada sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dari sahabat Hudzaifah Ibnul Yaman radhiyallahu ‘anhu:
وَجُعِلَتْ تُرْبَتُهَا لَنَا طَهُورًا إِذَا لَمْ نَجِدِ الْمَاءَ
“Dijadikan bagi kami (umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ) permukaan bumi sebagai thohur/sesuatu yang digunakan untuk bersuci[4] (tayammum) jika kami tidak menjumpai air”.
Adapun tata cara tayamum seperti yang disebutkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW adalah dengan mengusap wajah dan kedua telapak tangan menggunakan debu yang suci.
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبْزَى قَالَ قَالَ عَمَّارٌ لِعُمَرَ تَمَعَّكْتُ فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَكْفِيكَ الْوَجْهَ وَالْكَفَّيْنِ