أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْن وَ قَالَ تَعَالىَ يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا خُذُوۡا حِذۡرَكُمۡ
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Mengawali khutbah ini, khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi untuk senantiasa berusaha meningkatkan kualitas dan kuantitas ketakwaan serta keimanan kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan cara menjalankan perintah Allah dan menjahui larangan-Nya.
Ma’asyiral muslimin wazumratal mukminin jama’ah sholat jum’at rahimakumullah,,
Dalam ajaran Islam menjaga atau memelihara kesehatan (hifzu al-Nafs) atas diri sendiri dan orang lain termasuk salah satu dari lima prinsip pokok (al-Dhoruriyat al-Khomsi).
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ
“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan”. (QS Al-Baqarah [2]: 195).