Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Jika dikaitkan dengan tujuan puasa bulan Ramadan yaitu menjadi insan yang bertakwa maka kesucian jiwa yang hakiki pada momen perayaan ini adalah takwa kepada Allah SWT. Orang yang bertakwa adalah orang yang taat kepada Allah SWT dan mau meninggalkan maksiat karena takut akan siksa-Nya. Setiap muslim belum bisa dikatakan sebagai orang yang takwa jika belum menjalankan kewajiban dan menunaikan ibadah sunnah seperti yang dicontohkan Rasulullah. Seseorang yang bertakwa kepada akan selalu mendapatkan petunjuk serta hidayah dari Allah SWT. Sedangkan, bagi orang-orang zalim, tidak akan mendapatkan apapun selain kerugian. Hal ini sebagaimana yang tercantum dalam surah Al Israa’: 82
وَنُنَزِّلُ مِنَ الۡـقُرۡاٰنِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَّرَحۡمَةٌ لِّـلۡمُؤۡمِنِيۡنَۙ وَلَا يَزِيۡدُ الظّٰلِمِيۡنَ اِلَّا خَسَارًا
“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.”
Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar Walillaahil hamd
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Ditegaskan lagi bahwa tujuan puasa bulan Ramadan yaitu menjadi insan yang bertakwa. Ada banyak ayat dalam Al-Quran yang mengungkapkan ciri orang bertakwa. Maka dalam kesempatan yang berbahagia ini akan kami sampaikan ciri orang bertakwa yang relevan dengan aktivitas amalan pada saat bulan Ramadan.
Ciri yang pertama yaitu sabar, Salah satu hikmah puasa adalah melatih kesabaran. Orang yang sabar maka akan mendapatkan pahala yang tiada batas. Dalam Al Qur’an surah Az-Zumar ayat 10 Allah berfirman,