الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ
“(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka.”
Oleh karena itu, rutinitas sholat jamaah yang kita jalankan saat bulan Ramadan harus istiqomah kita tekuni pasca Idul Fitri, bahkan harus lebih semangat lagi. Dengan demikian maka hikmah ibadah sholat akan tertransformasikan dalam kehiupan sehar-hari. Sebagaimana kita mafhumi bersama bahwa sholat itu mencegah perbuatan keji dan munkar, penghapus kesalahan dan dosa, dan menguatkan jiwa saat menghadapi cobaan kehidupan.
Ciri yang ketiga yaitu gemar bersedekah. Sedekah merupakan bentuk amal ibadah yang berperan penting dalam menciptakan kesejahteraan umat, menjalin persaudaraan, dan mewujudkan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Ekses sedekah tidak hanya dirasakan oleh pelakunya tapi juga orang lain. Setiap harta yang diinfakkan atau disedekahkan Allah SWT akan menggantikannya dengan yang lebih baik kelak. Sebagaimana firman Allah SWT,
وَمَاۤ اَنۡفَقۡتُمۡ مِّنۡ شَىۡءٍ فَهُوَ يُخۡلِفُهٗ ۚ وَهُوَ خَيۡرُ الرّٰزِقِيۡنَ