“Apapun harta yang kalian infakkan, maka Allah pasti akan menggantikannya, dan Dia adalah sebaik-baik pemberi rezeki”. (QS. Saba: 39).
Dalam surah al-Baqoroh di atas disebutkan bahwa ciri orang yang bertakwa adalah menginfakkan sebagian rezekinya. Saat bulan Ramadan infaq dan sedekah merupaka amal yang sangat baik ketika selama Ramadan. Di bulan mulia itu begitu banyak orang-orang yang berinfak untuk pembangunan masjid, pondok pesantren penghafal Qur’an, para fakir miskin, kegiatan dakwah dan pendidikan serta kegiatan-kegiatan lainnya yang bernilai pahala jariyah. Tentu hal ini harus kita tingkatkan pasca Idul Fitri.
Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar Walillaahil hamd
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Ciri yang keempat yaitu gemar tadarrus Al-Quran. Dalam kitab Tanbihul Ghafilin karya Abu Laits al-Samarqandi ciri orang yang bertakwa adalah yang lisannya tidak pernah digunakan untuk berkata bohong dan gunjing. Lisannya fokus dzikir, baca qur’an, diskusi ilmu, dan hal baik lainnya. Selaras dengan itu dalam surah al-Mukminun ayat 3 Allah berfirman,
وَالَّذِيْنَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُوْنَ ۙ
“dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna.”
Bulan Ramadan identik dengan bulan Qur’an hal itu karena di bulan Ramadan Al Qur’an diturunkan yang dikenal dengan nuzulul quran. Kita melihat kaum muslimin bersemangat untuk selalu membaca, menghafal dan mentadaburi nilai-nilai Al Qur’an di bulan Ramadan. Maka untuk meraih insan muttaqin tentu kita harus istiqomah tadarus Al-Quran pasca bulan Ramadan.