Dalam jangka panjang, brain rot bahkan disebut dapat memengaruhi perkembangan kecerdasan apabila kebiasaan mengonsumsi konten dangkal terus dilakukan tanpa kontrol.
Fenomena ini menjadi pengingat agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Mengatur waktu layar dan memperbanyak aktivitas yang melatih konsentrasi dinilai penting untuk menjaga kesehatan otak di era digital saat ini.
“Apa dampaknya? Ini yang paling berbahaya. Karena otak masih berkembang, dampaknya sulit fokus belajar, cepat bosan, ketergantungan gajet, gangguan emosi, bahkan risiko depresi meningkat. Dalam jangka panjang, bisa mengalami gangguan perkembangan kecerdasan,” ujar Prof Zulys.