Terlalu Sering Nonton Konten Receh Bisa Picu Brain Rot, Ini Dampaknya terhadap Otak

Niko Prayoga
Brain rot merupakan kondisi kemampuan berpikir seseorang menurun akibat terlalu sering mengonsumsi konten cepat, dangkal, dan receh di media sosial. (Foto: Ilustrasi/AI)

“Masalahnya, konten brain rot itu super cepat, penuh kejutan, jadi timbul lonjakan dopamin terus-menerus. Hasilnya, otak memberi sinyal, kalau mau senang, scroll lagi. Terbentuk kecanduan digital,” ujarnya.

Prof Zulys menuturkan, otak manusia sebenarnya dirancang untuk berpikir secara mendalam dan reflektif. Namun, pola konsumsi konten cepat membuat kemampuan fokus perlahan menurun.

Akibatnya, seseorang menjadi sulit bertahan menonton video berdurasi panjang dan daya ingat ikut melemah. Informasi yang diterima juga tidak tersimpan dalam memori jangka panjang.

“Rentang fokus perhatian rusak, tidak tahan nonton video lebih dari 1 menit, dan daya ingat melemah. Informasi tidak masuk ke ingatan panjang. Sulit membuat keputusan, sering jadi lebih reaktif, kurang reflektif,” kata Prof Zulys.

Dia mengingatkan, dampak brain rot tidak bisa dianggap sepele. Selain menurunkan fokus dan konsentrasi, kondisi tersebut juga berpotensi memicu gangguan emosi hingga meningkatkan risiko depresi.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kenapa Wajah Memerah saat Tersipu? Ternyata Berhubungan dengan Bagian Otak Tertentu

57 tahun lalu

Canggih, lmuwan Temukan Alat yang Bikin Otak Tetap Hidup di Luar Kepala

57 tahun lalu

Neuralink Milik Elon Musk Sukses Implan Chip ke Otak Manusia: Penerima Pulih dengan Baik

57 tahun lalu

Ilmuwan Sisipkan Sel Otak Manusia pada Prosesor Komputer, Begini Hasilnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal