Sumber zat besi lainnya dapat diperoleh dari kacang-kacangan, bayam, brokoli, dan ubi jalar. Berbagai bahan makanan tersebut tidak hanya mengandung zat besi, tetapi juga menyediakan vitamin dan mineral penting yang dibutuhkan tubuh.
Agar penyerapan zat besi lebih optimal, perempuan juga dianjurkan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C. Nutrisi ini membantu tubuh menyerap zat besi dengan lebih efektif.
Buah-buahan seperti jeruk, stroberi, kiwi, dan jambu biji dapat menjadi pilihan sumber vitamin C yang baik. Mengombinasikan makanan kaya zat besi dengan sumber vitamin C dinilai dapat memberikan manfaat lebih besar bagi tubuh.
Kebutuhan nutrisi perempuan sebenarnya tidak hanya berubah saat menstruasi. Perubahan hormon sepanjang siklus menstruasi juga dapat memengaruhi energi, suasana hati, fokus, hingga nafsu makan.
Sebab itu, pola makan yang seimbang tetap menjadi kunci utama untuk menjaga kesehatan tubuh. Selain memperhatikan asupan zat besi saat haid, perempuan juga perlu memenuhi kebutuhan protein, serat, vitamin, dan mineral setiap hari.
Apabila seseorang rutin mengalami kelelahan ekstrem, pusing, atau gejala lain yang mengganggu selama menstruasi, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan kondisi tersebut tidak berkaitan dengan kekurangan zat besi atau masalah kesehatan lainnya.
Menjaga asupan nutrisi yang tepat selama menstruasi bukan hanya membantu tubuh tetap bertenaga, tetapi juga mendukung kesehatan perempuan secara keseluruhan.