Mengenal Obat Derivat Plasma, Terapi Penyelamat Nyawa yang Kini Akan Diproduksi di Indonesia

Muhammad Sukardi
Ilustrasi obat derivat plasma. (Foto: Ilustrasi AI)

Sebagai tahap awal, Takeda akan menginvestasikan hingga 30 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp539 miliar dalam dua tahun untuk membangun sejumlah bank plasma di Indonesia. Bank plasma pertama ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.

Selama fasilitas fraksionasi plasma di Indonesia masih dalam tahap pengembangan, plasma yang dikumpulkan akan diproses melalui jaringan manufaktur global Takeda. Selanjutnya, pemerintah bersama perusahaan juga akan mengkaji pembangunan fasilitas produksi obat derivat plasma berteknologi tinggi di dalam negeri.

Apabila seluruh tahapan tersebut berjalan sesuai rencana, Indonesia tidak hanya akan memiliki pasokan terapi yang lebih terjamin bagi pasien, tetapi juga menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang membangun ekosistem plasma nasional secara terintegrasi, mulai dari pengumpulan plasma hingga pengembangan industri biofarmasi.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Indonesia Cetak Sejarah! Jadi Negara Pertama di Asia Tenggara Bangun Ekosistem Plasma Nasional

57 tahun lalu

Kabar Baik! Indonesia Segera Punya Bank Plasma Nasional, Pasien Penyakit Langka Diuntungkan

57 tahun lalu

Catat! Menkes Budi Ingatkan Bahaya Saus Kemasan, Ini Alasannya

57 tahun lalu

Yoghurt Belum Tentu Sehat! Menkes Budi Ungkap Fakta Mengejutkan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal