Bagi sebagian pasien, obat derivat plasma bukan sekadar membantu mempercepat pemulihan, melainkan menjadi terapi yang menentukan kelangsungan hidup.
Pasien hemofilia, misalnya, membutuhkan faktor pembekuan darah agar perdarahan dapat dihentikan dan komplikasi serius dapat dicegah.
Sementara itu, pasien dengan gangguan imun primer memerlukan imunoglobulin secara berkala untuk membantu tubuh melawan infeksi yang berulang. Tanpa terapi tersebut, risiko infeksi berat hingga kematian dapat meningkat.
Karena manfaatnya yang sangat vital, permintaan terhadap produk obat derivat plasma terus meningkat di berbagai negara.
Meski memiliki manfaat besar, akses terhadap obat derivat plasma di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan.