Ketersediaan Obat Baru di Indonesia Masih Rendah, Penanganan Penyakit Katastropik Terkendala 

Vien Dimyati
Ketersediaan Obat Baru di Indonesia Masih Rendah (Foto: Ist)

"Dibutuhkan mekanisme pembiayaan yang berkelanjutan, untuk memastikan aksesibilitas pelayanan kesehatan termasuk akses terhadap obat-obatan inovatif yang efektif bagi peserta BPJS Kesehatan,” katanya. 

Menurutnya, ketersediaan obat inovatif, obat baru yang berkualitas tinggi, berkhasiat, dan aman, merupakan aspek penting dalam menyediakan layanan kesehatan yang komprehensif dan berkualitas bagi masyarakat. 

Komitmen ini tertuang dalam Undang-Undang Kesehatan No. 17 tahun 2023, yang menekankan perlunya meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan memastikan keterjangkauan bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk peningkatan akses terhadap obat-obatan.

Ani Rahardjo, Direktur Eksekutif Indonesian Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG) mengatakan, IPMG memiliki komitmen memperkuat lanskap kesehatan untuk mempromosikan layanan kesehatan yang berkelanjutan dan nilai inovasi.

"IPMG berdiri sebagai mitra yang berkomitmen untuk pemerintah Indonesia, secara aktif bekerja untuk memajukan kebijakan pro-pertumbuhan dan pro-inovasi demi mencapai Universal Health Coverage dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi pasien Indonesia," ujar Ani Rahardjo.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
3 hari lalu

Beda Gejala Retinopati Diabetik dengan Katarak, Ini Penjelasannya!

6 hari lalu

Fakta Mengejutkan! Hipertensi Kini Banyak Menyerang Anak Sekolah, Ini Temuan Kemenkes

8 hari lalu

Bercak Putih di Gigi Anak Jangan Diabaikan, Bisa Jadi Tanda Awal Karies

8 hari lalu

Jangan Anggap Sepele! Gigi Berlubang pada Anak Bisa Ganggu Tumbuh Kembang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal