Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Apa Itu Lipoma, Benjolan yang Diduga Ada di Bahu Raffi Ahmad?
Advertisement . Scroll to see content

Ketersediaan Obat Baru di Indonesia Masih Rendah, Penanganan Penyakit Katastropik Terkendala 

Rabu, 15 November 2023 - 22:30:00 WIB
Ketersediaan Obat Baru di Indonesia Masih Rendah, Penanganan Penyakit Katastropik Terkendala 
Ketersediaan Obat Baru di Indonesia Masih Rendah (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

"Penyakit-penyakit ini merupakan penyakit tidak menular yang dapat menimbulkan komplikasi yang mengancam jiwa dan membutuhkan biaya tinggi," ujar Prastuti Soewondo, melalui keterangannya belum lama ini.

Dia menambahkan, untuk penyakit-penyakit ini, adopsi obat inovatif yang dapat membantu mengurangi beban pasien, dilakukan secara bertahap dan sesuai kemampuan. Semua obat inovatif yang akan masuk ke JKN harus masuk di Fornas dan ada rekomendasi dari health technology assesment (HTA). 

Selain itu, lanjut dia, HTA sudah mempunyai strategi perbaikan pelaksanaan kajian HTA untuk meningkatkan jumlah kajian HTA, sehingga lebih banyak rekomendasi yang bisa dihasilkan. Metode analisisnya menggunakan adaptive HTA dan dalam prosesnya akan memperbanyak kerjasama dengan universitas dan pusat studi sebagai agen HTA tentunya melalui MOU.

Lebih lanjut Prastuti menyampaikan, akses pasien terhadap obat-obatan inovatif ini dapat ditingkatkan melalui mekanisme koordinasi manfaat yang saat ini konsepnya tengah digodok bersama oleh seluruh pemangku kepentingan lintas lembaga termasuk pihak swasta. 

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti mengatakan Cakupan Kesehatan Semesta (Universal Health Coverage/UHC) penting sebagai fondasi dari sistem layanan kesehatan yang kuat dan berketahanan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut