Ketersediaan Obat Baru di Indonesia Masih Rendah, Penanganan Penyakit Katastropik Terkendala 

Vien Dimyati
Ketersediaan Obat Baru di Indonesia Masih Rendah (Foto: Ist)

Dia menjelaskan, untuk memberikan obat-obatan inovatif kepada pasien dengan cara yang aman dan tepat waktu, IPMG membuat beberapa rekomendasi, yaitu mengadopsi pendekatan yang berpusat pada pasien untuk mendorong hasil kesehatan (health outcome) yang lebih baik, serta penghematan biaya langsung dan tidak langsung.

Selain itu, memperkuat sistem Fornas untuk menilai obat-obatan (Health technology assessments/HTAs) agar dapat menangkap manfaat penuh dari terapi inovatif saat menilai harganya dan memastikan hasil kesehatan tidak terganggu.

IPMG percaya industri yang inovatif siap untuk bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk memastikan HTA memainkan peran penting dalam desain daftar penggantian biaya dan paket manfaat, dan telah berjanji untuk berpartisipasi dalam pengembangan kapabilitas dan kapasitas HTA.

”IPMG terus mendorong agar dalam rangkaian proses pendapatan izin edar obat inovatif hingga dapat mengikuti proses seleksi Fornas untuk dapat dilakukan percepatan dan dapat berjalan semakin efisien dengan mengedepankan kebutuhan pasien,” tutur Ani.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
2 hari lalu

Beda Gejala Retinopati Diabetik dengan Katarak, Ini Penjelasannya!

5 hari lalu

Fakta Mengejutkan! Hipertensi Kini Banyak Menyerang Anak Sekolah, Ini Temuan Kemenkes

7 hari lalu

Bercak Putih di Gigi Anak Jangan Diabaikan, Bisa Jadi Tanda Awal Karies

7 hari lalu

Jangan Anggap Sepele! Gigi Berlubang pada Anak Bisa Ganggu Tumbuh Kembang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal