JAKARTA, iNews.id - Edukasi mengenai kesehatan reproduksi kepada anak perempuan hingga saat ini masih dianggap tabu. Padahal edukasi ini sangat dibutuhkan dan penting untuk masa depan anak.
Salah satu pembicaraan sederhana yang masih dianggap tabu adalah seputar menstruasi. Terkadang, anak masih malu untuk melakukan pembicaraan dengan orang tua.
Ketua Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia Wilayah Jakarta, Anna Surti Ariani memaparkan, anak perempuan yang tak pernah melakukan pembicaraan tentang menstruasi cenderung merasa takut, malu dan bingung saat menarke (menstruasi untuk pertama kalinya).
"Padahal jika ibu meluangkan waktu untuk membicarakan hal ini dengan putrinya, banyak manfaat yang didapat, antara lain kesehatan reproduksi yang lebih baik serta kedekatan ibu dan anak," kata Anna Surti melalui keterangan virtualnya belum lama ini.
Anna Surti menambahkan, tidak sedikit anak perempuan yang mencari informasi sendiri dari teman atau internet, dan mendapatkan info yang tidak tepat, padahal berharap bisa membicarakan hal ini dengan ibunya.