Kejadian ini, kata dr Dicky, menjadi 'PR' bagi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya dan RSUD Siti Fatimah Palembang, supaya lakukan evaluasi. Bukan hanya dalam mekanisme pembagian jadwal jaga, tapi juga prosedur atau protokol terkait hal yang melibatkan para dokter muda bahkan dokter umum, residen, dan dokter spesialis.
"Harus ada sanksi tegas pada pelaku kekerasan," tegasnya.
Nama Lady Aurellia Pramesti menjadi sorotan publik setelah ibunya, Sri Meilina, meminta berkomunikasi dengan coach koas Lady, Luthfi untuk membicarakan ulang soal jadwal jaga.
Singkat cerita, Luthfi mendapat pukulan bertubi-tubi oleh sopir mama Lady yang ada di lokasi diskusi. Akibat pemukulan tersebut, wajah Luthfi luka parah dan dia perlu dirawat intensif di RS Bhayangkara Palembang.