Sementara itu, laporan ilmiah yang dihimpun dari National Library of Medicine juga menyebut pria yang rutin melakukan ejakulasi memiliki kemungkinan lebih kecil terkena kanker prostat.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa menjaga frekuensi ejakulasi dalam batas wajar dapat memberikan manfaat bagi kesehatan reproduksi pria. Meski begitu, para ahli tetap menekankan pentingnya memahami penelitian tersebut secara bijak.
dr Tirta mengingatkan masyarakat agar tidak menafsirkan hasil penelitian secara berlebihan. Dia menegaskan frekuensi ejakulasi yang disarankan adalah dalam interval tertentu, bukan dilakukan secara terus-menerus.