Kenapa Tidak Boleh Tidur Setelah Sahur? Ini Alasannya
JAKARTA, iNews.id – Tidur setelah menyantap sahur atau usai shalat subuh kerap menjadi kenikmatan tersendiri di tengah waktu istirahat yang terganggu selama bulan Ramadhan. Namun, kebiasaan ini ternyata menyimpan risiko bagi kesehatan tubuh.
Banyak orang menganggap tidur lagi setelah sahur sebagai hal lumrah. Aktivitas makan dini hari membuat jam tidur berubah, apalagi jika sebelumnya tetap beraktivitas hingga larut malam seperti hari biasa.
Konten kreator sekaligus praktisi kesehatan, Tirta Mandira Hudhi atau dr Tirta, mengingatkan bahwa pola tidur setelah sahur atau subuh membuat ritme istirahat menjadi “putus nyambung”. Kondisi ini dinilai dapat mengganggu metabolisme tubuh karena sebelumnya tubuh sudah beristirahat lalu dipaksa bangun dan tidur kembali.
Dalam unggahan videonya di channel YouTube Tirta PengPengPeng, dia menjelaskan bahwa tidur setelah makan sahur dapat mengganggu sistem pencernaan. Tubuh yang seharusnya fokus mencerna makanan justru masuk ke fase istirahat kembali.
Kurma Mentega, Menu Buka Puasa Sehat ala dr Zaidul Akbar
Selain itu, jam biologis tubuh bisa mengalami disorientasi. Siklus tidur yang dipaksakan dalam waktu singkat membuat tubuh terasa lebih lelah saat bangun.
"Nah, kalau habis sahur tidur lagi boleh? Boleh, yang terganggu apa? Jam tidur sama pencernaan. Kamu tidur sahur habis subuhan berarti 4.20 terus tidur 4.30. Bisa bangun kamu jam 7.00? Enggak. Berantakan itu pasti. Berantakan pasti bangun jam 9.00 atau bangun jam 7.00 tapi sekitar dini hari nya berantakan,” ujar dr Tirta, dikutip Selasa (24/2/2026).
Ragam Jenis Kurma Dijual di Pasar Tanah Abang
Dia mengibaratkan kondisi tersebut seperti mesin yang dipaksa mati dan hidup secara mendadak. Tubuh yang baru saja aktif untuk sahur kemudian dipaksa kembali tidur dalam waktu singkat.