Jangan Asal Taruh Makanan di Piring Plastik, Ini Bahayanya Kerap Tak Disadari

Niko Prayoga
pada piring plastik, risiko yang perlu diwaspadai adalah berpindahnya zat aditif plastik serta kemungkinan pelepasan partikel mikroplastik. (Foto: Ilustrasi AI)

Menurut Bang Sap, pada peralatan makan berbahan melamin terdapat potensi migrasi senyawa melamin dan formaldehida. Sementara pada piring plastik, risiko yang perlu diwaspadai adalah berpindahnya zat aditif plastik serta kemungkinan pelepasan partikel mikroplastik.

"Pada melamin, yang jadi perhatian adalah kemungkinan migrasi melamin dan formaldehida. Sedangkan pada plastik, risikonya berupa migrasi aditif plastik dan pelepasan partikel mikroplastik," katanya.

Peringatan serupa juga disampaikan oleh Otoritas pengawas makanan dan obat-obatan Amerika Serikat itu menyebut peralatan makan berbahan melamin tidak dianjurkan digunakan untuk memanaskan makanan di microwave. Paparan suhu tinggi, terutama pada makanan yang sangat panas atau asam, dapat meningkatkan migrasi senyawa dari wadah ke makanan. 

Karena itu, Bang Sap mengimbau masyarakat lebih cermat memilih peralatan makan. Jika tetap menggunakan piring plastik atau melamin, pastikan produk tersebut memiliki label food grade atau memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Selain itu, segera ganti wadah yang permukaannya mulai retak, tergores, atau rusak.

"Kalau mau pakai plastik atau melamin, pastikan ada label food grade atau SNI-nya dan segera ganti kalau permukaannya sudah rusak. Tapi kalau mau yang lebih aman, bisa pakai bahan dari keramik, kaca, atau stainless steel food grade," katanya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
2 hari lalu

Bakso hingga Soto Sebaiknya Disajikan di Piring Keramik, Ini Alasannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal