Dia menjelaskan kebutuhan protein dihitung berdasarkan berat badan tanpa lemak (lean body mass). Dengan cara tersebut, tubuh memperoleh asupan protein yang cukup untuk mempertahankan jaringan otot sekaligus mendukung proses regenerasi sel.
Ade Rai juga menjelaskan tidak semua sumber protein memiliki kemampuan penyerapan yang sama. Menurut dia, protein hewani memiliki bioavailabilitas lebih tinggi dibandingkan protein nabati.
"Protein hewani memiliki daya serap sekitar 25 sampai 30 persen dari berat bahan makanan, sedangkan protein nabati sekitar 10 hingga 15 persen," katanya.
Meski demikian, Ade Rai tidak mengajak masyarakat menghindari makanan lain seperti karbohidrat. Dia menilai karbohidrat tetap dibutuhkan tubuh selama dikonsumsi secara seimbang dan didukung massa otot yang cukup.
"Kalau kita punya otot yang cukup, memungkinkan kita punya toleransi terhadap karbo jadi lebih tinggi. Itu membuat kita tetap bisa menikmati karbo tanpa menyebabkan fungsi organ tubuh terganggu," ucapnya.