Meski demikian, Mark menegaskan bahwa komplikasi seperti ini sangat jarang terjadi pada filler wajah. Risiko serupa lebih sering dikaitkan dengan prosedur estetika yang menggunakan volume besar, seperti transfer lemak pada area bokong.
"Sangat jarang terjadi pada filler wajah dan lebih sering dikaitkan dengan prosedur injeksi volume besar seperti transfer lemak pada bokong," kata dr Kenneth Mark, dikutip New York Post, Kamis (18/6/2026).
Di balik kasus tragis tersebut, para ahli menekankan bahwa filler wajah pada dasarnya merupakan prosedur yang aman apabila dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten.
Filler adalah zat berbentuk gel yang disuntikkan ke bawah kulit untuk mengurangi kerutan, mengisi cekungan wajah, atau menambah volume pada area tertentu seperti pipi dan bibir. Bahan yang digunakan umumnya berupa asam hialuronat atau lemak dari tubuh pasien sendiri.
Dokter bedah plastik dr Lyle Leipziger menyebut jutaan orang menjalani prosedur filler setiap tahun dengan tingkat keamanan yang tinggi. Namun, syarat utamanya adalah tindakan dilakukan oleh dokter yang memiliki pelatihan khusus serta memahami anatomi wajah secara mendalam.