Bos Estee Lauder Kendal Ascher Meninggal Dunia usai Filler, Dokter Jelaskan Penyebabnya!
JAKARTA, iNews.id - Kematian mendadak eksekutif senior Estée Lauder, Kendal Ascher, memicu perhatian publik terhadap keamanan prosedur suntik filler yang selama ini populer untuk tujuan estetika. Pria berusia 56 tahun itu dilaporkan meninggal dunia akibat emboli paru yang diduga dipicu oleh material filler yang masuk ke aliran darah.
Menurut laporan pemeriksa medis Kota New York, Kendal Ascher mengalami gagal napas akut setelah terjadi penyumbatan pada pembuluh darah paru-paru. Kondisi tersebut dikenal sebagai emboli paru, yakni keadaan ketika suatu benda atau gumpalan menghalangi aliran darah menuju paru-paru sehingga tubuh kekurangan oksigen.
Kasus ini tergolong sangat langka, namun para ahli menilai insiden tersebut menjadi pengingat bahwa prosedur kosmetik tetap memiliki risiko medis yang perlu dipahami masyarakat.
Dokter spesialis dermatologi kosmetik, dr Kenneth Mark, menjelaskan bahwa salah satu kemungkinan penyebabnya adalah filler yang secara tidak sengaja masuk langsung ke dalam pembuluh darah saat proses penyuntikan.
Jika material filler masuk ke sirkulasi darah, zat tersebut dapat berpindah ke organ lain, termasuk paru-paru. Ketika mencapai pembuluh darah paru, filler dapat menyebabkan penyumbatan yang menghambat aliran darah dan pasokan oksigen ke seluruh tubuh.