Pemerintah menargetkan jemaah haji kloter pertama mulai masuk asrama pada 21 Mei 2026. Selanjutnya, keberangkatan menuju Arab Saudi dijadwalkan berlangsung pada 22 Mei 2026.
Untuk jemaah haji reguler, pemerintah memastikan mayoritas akan menggunakan penerbangan langsung. Skema ini dipilih untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi perjalanan.
Sementara itu, untuk jemaah haji khusus, masih terdapat beberapa penerbangan transit. Pemerintah telah meminta penyelenggara terkait untuk mencari solusi agar lebih banyak jemaah bisa menggunakan penerbangan langsung.
Di tengah kenaikan harga bahan bakar akibat konflik global, pemerintah tetap menjaga biaya haji agar tidak membebani masyarakat. Bahkan, biaya penyelenggaraan haji 2026 diputuskan mengalami penurunan.
Pemerintah bersama DPR RI menyepakati penurunan biaya haji sebesar Rp2 juta dibanding tahun sebelumnya. Kebijakan ini diambil untuk menjaga keterjangkauan bagi jemaah.
Meski biaya operasional meningkat, terutama dari sektor transportasi udara, pemerintah menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas biaya. Langkah ini dilakukan agar pelayanan tetap optimal tanpa menambah beban jemaah.
Dengan kesiapan yang hampir sempurna serta jaminan keamanan dari Arab Saudi, pelaksanaan haji 2026 diyakini berjalan lancar. Jemaah Indonesia kini dapat fokus mempersiapkan diri menjalankan ibadah dengan tenang.