Adik kandung Feni Ere, Putri Ere menceritakan awalnya setahun lalu menerima informasi kakaknya hilang dari adiknya. Informasi tersebut disampaikan teman kerja dari korban yang tidak masuk kantor selama 3 hari.
Dia kemudian menyampaikan kepada adiknya Fitta Ere agar menghubungi ayah mereka untuk mengecek Feni di rumah. Saat dicek rumah dalam kondisi terkunci lalu setelah didobrak ditemukan berkas darah di beberapa titik.
Seusai membuat laporan orang hilang, keluarga membuat poster. Selama setahun keluarga menunggu dan kasusnya ditangani Polres Palopo.
"Masuk 2025, kakak saya ditemukan sudah menjadi tengkorak. Polisi juga mulai lagi menggali informasi. Harapan kami pelaku pembunuhan kakak saya ditangkap. Saya mohon ke polisi kerjakan sampai berhasil," ucapnya.
Diketahui, Feni telah ditemukan warga di wilayah hutan lindung di Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo namun dalam kondisi sudah tidak bernyawa dan hanya menyisakan kerangka.
Tim Labfor Polda Sulsel dikerahkan untuk melakukan autopsi terhadap kerangka termasuk tes DNA. Polisi dan pihak keluarga meyakini kerangka merupakan milik Feni berdasarkan ciri-ciri identik termaksud temuan aksesoris di lokasi kejadian.