BI Sebut Siapapun Presidennya, Ekonomi RI Bakal Terpengaruh The Fed

Isna Rifka Sri Rahayu
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara. (Foto: iNews.id/Isna Rifka Sri Rahayu)

"Maka kita harus naikkan bunga dan kita kendalikan neraca perdagangan kita. Artinya negara itu butuh devisa dari luar negeri. Bisa karena FDI (foreign direct investment), bisa karena masuk ke capital market," ucapnya.

Kendati demikian, saat 2015-2017 di tengah tren kenaikan FFR, BI berhasil menurunkan suku bunga acuan. Hal ini disebabkan Indonesia menjinakkan hingga turun ke level 3 persen. Selain itu, defisit transaksi berjalan juga berada di bawah 2 persen terhadap PDB.

Sejak Mei 2018, Mirza menyebut bank sentral cukup agresif menaikkan suku bunga meski inflasi rendah. Hal ini karena defisit transaksi berjalan mulai melebar.

"Jadi ekonomi Indonesia banyak terpengaruh dengan suku bunga AS dan ini terlihat dari 2000 sampai 2018. Ternyata korelasinya kuat, nothing to do dengan presidennya siapa," kata Mirza.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Ambles ke Rp17.843 per Dolar AS

57 tahun lalu

Revisi UU P2SK Terbit, Bank Indonesia Didorong Pacu Sektor Riil

57 tahun lalu

MSCI Beri 2 Catatan Negatif untuk Pasar Modal Indonesia, Status Emerging Market Lepas?

57 tahun lalu

Masih Loyo, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.804 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal