Dari indikator sosial, tingkat kemiskinan ekstrem juga terus menurun ke angka 1,12 persen per Maret 2023, tingkat pengangguran juga turun ke level 5,45 persen pada Februari 2023, dan rasio gini turun menjadi 0,39 pada Maret 2023. Sementara itu, kinerja APBN sampai dengan Juli 2023 terjaga positif dengan pendapatan negara yang telah terealisasi sebesar 65,6 persen dari target, belanja sebesar 47,7 persen dari pagu, sehingga surplus APBN telah mencapai 0,72 persen dari PDB.
Penjualan otomotif wholesales sepanjang Jan-Juli 2023 naik 4,5 persen dibanding periode sama tahun lalu. Sedangkan penjualan mobil Electric Vehicles (EV) naik 900 persen pada semester I 2023 dibanding periode sama tahun lalu.
“Ini menjadi suatu modal di semester kedua untuk kita terus mengejar target pertumbuhan ekonomi,” ucap Plt Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Ferry Irawan, dikutip, Sabtu (26/8/2023).
Lebih lanjut, Ferry mengatakan, prospek ekonomi sampai dengan akhir tahun masih sangat kuat. Hal tersebut terlihat dari beberapa indikator pada bulan Juli tahun 2023 yakni Indeks Keyakinan Konsumen yang terus berada di level optimis yakni 123,5 Indeks Penjualan Riil tumbuh 6,3 persen, PMI Manufaktur Indonesia di level ekspansif yakni sebesar 53,3.
Kinerja sektor eksternal juga masih terjaga, dan Rasio Utang Luar Negeri (ULN) terhadap PDB berada di angka 29,3 persen (kuartal II 2023) dan cadangan devisa sebesar 137,7 miliar dolar AS pada Juli 2023.