“Di mana sebagai contoh perkembangan teknologi 5G advanced yang memungkinkan ultra reliable low latency communications (URLLC) hingga pengembangan artificial intelligence untuk produktivitas dan efisiensi proses bisnis,” ucap Budi.
Di lain sisi, Budi mencatat kontribusi ekonomi digital Indonesia terhadap PDB diperkirakan mencapai 210 miliar dolar AS hingga 306 miliar dolar AS atau setara Rp3.242,8 triliun - Rp4.724,5 triliun di 2030. Artinya, kurang lebih 6 tahun mendatang Indonesia mampu mencatatkan ekonomi digital yang bernilai jumbo.
Potensi keekonomian itu didorong oleh sektor E-commerce, transportasi online, dan makanan/minuman berbasis digital, perjalan online, dan media online.