“Saya mulai mengikuti pelatihan baik dari dinas maupun komunitas, menyusun strategi marketing, mulai untuk menggunakan business to business dengan menjaring reseller. Perlahan tapi pasti, produk saya mulai terdistribusi di wilayah Jabodetabek dan beberapa kota besar di Indonesia,” ucapnya.
Pada 2018, produk Yammy Babeh mulai diekspor ke mancanegara. Di tahun yang sama, Elis dan Roni juga mengikuti pameran di luar negeri, antara lain India, Pakistan, Jepang, Australia, Bangladesh, Singapura, Hong Kong, dan Taiwan. Yammy Babeh pun mendapat respons positif dari pengunjung pameran kala itu.
Kini, keripik singkong buatan Elis juga sudah sampai ke Inggris, Qatar, Kanada, bahkan Dominika. Menurut perempuan itu, ekspor ke negara-negara tersebut pada awalnya hanya bertujuan untuk menguji peluang pangsar pasar di sana. Dengan begitu, dia jadi tahu seberapa besar produknya diterima di luar negeri.
Pada 2019, Yammy Babeh ikut program BRI Inkubasi. Selama masa itu, BRI kerap memfasilitasi Elis untuk mengikuti berbagai pameran UMKM.
Pada tahun itu pula, Yammy Babeh menjadi salah satu peserta BRIlianpreneur. Pada ajang tersebut, Elis dan Roni berhasil menarik 11 buyers (pembeli) mancanegara. “Produk saya bisa masuk ke Kanada itu salah satunya atas rekomendasi BRI. Sampai sekarang pun, kami masih ekspor ke Kanada,” tuturnya.