Menurut ibu dari dua anak ini, usahanya pun berkembang seiring dengan fokusnya ia pada ABC WOODENTOYS. Bahkan, saat ini ia memiliki 5 pekerja tetap dan 5 freelance yang mana 4 di antaranya merupakan difabel (1 tunarungu + 3 tunagrahita). Berkat hal itu juga, ia kini juga memiliki 300 produk mainan edukasi untuk dijual.
Tak berhenti sampai di situ, Rita juga terus berinovasi pada usahanya. Terbukti di tahun 2015 semua produknya berhasil mendapatkan sertifikasi dari Standar Nasional Indonesia (SNI).
Lalu, di tahun 2009 produknya juga berhasil ekspor ke Malaysia dan pada 2023 ke Australia berkat pameran serta fasilitas pendampingan yang diberikan. Semua hal itu berhasil ia lakukan karena keberaniannya terjun mendorong UMKM Indonesia.
"Ini semua berkat pembinaan dari YDBA dan juga 2023 ini ada pendampingan dari Kemenparekraf untuk membuat souvenir dari kayu," tuturnya.
Tak lupa Rita berpesan kepada para UMKM di Indonesia agar fokus dalam bekerja, kreatif, jujur dan berguna bagi para sesama.
"Pesan kami untuk pelaku UMKM dalam menjalankan usaha kita fokus, jujur, kerja cerdas, kreatif, inovatif dan kolaborasi. Kita harus berguna bagi sesama," tutup dia.