Ketika Sampah Menjelma Ondel-Ondel, Kisah Lukman Bangkit dari Masa Sulit Didukung BRI

Rizky Agustian
Lukman Hakim bersama miniatur ondel-ondel hasil kerajinan tangannya. (Foto: Rizky Agustian)

Lukman menuturkan bahan baku diperoleh dari tetangga, teman, hingga kerabat yang mengumpulkan botol bekas untuknya. Dia membeli botol bekas yang telah dikumpulkan seharga Rp5.000 per kilogram.

Bahkan, limbah kain dari konveksi di dekat rumahnya juga dimanfaatkan sebagai bahan pakaian miniatur ondel-ondel. "Kadang kita pesan limbahnya kalau bisa jangan dibuang, buat saya," ujarnya.

Saat ini, Lukman menjalankan usaha tersebut bersama istrinya. Produk miniatur ondel-ondel dipasarkan melalui sistem konsinyasi ke sejumlah toko mainan.

Menurut dia, miniatur ondel-ondel buatannya sudah dipasarkan di sejumlah toko kawasan seperti Pondok Labu dan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, hingga Pondok Petir, Depok. Sepasang ondel-ondel dijual seharga Rp25.000 kepada reseller, dan Rp35.000 jika dijual secara langsung ke pembeli.

Miniatur ondel-ondel hasil kerajinan tangan Lukman Hakim. (Foto: Rizky Agustian)

"Variatif. Ada yang 10, ada yang 50, ada yang 30. Tinggal tergantung penjualannya aja. Ramai atau enggaknya," ujar Lukman saat menjelaskan jumlah miniatur ondel-ondel yang dititipkan di setiap toko.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BRI Bantu Taman Dahlia Penuhi Gizi Anak, Hasil Panen Disuplai ke Dapur MBG

57 tahun lalu

BRI Dukung Taman Dahlia Jadi Ruang Hijau di Pusat Kota, Perekat Kebersamaan Warga

57 tahun lalu

BRI Perkuat Budidaya Lele di Kebun Gangnam, Diolah Jadi Makanan Bergizi Atasi Stunting

57 tahun lalu

Bank Terapung BRI Jadi Andalan Warga Pulau Panggang: Gak Perlu Nyeberang-Nyeberang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal