Kemenhub Ungkap Alasan Beri Izin Operasional Maskapai Baru BBN di Indonesia

Iqbal Dwi Purnama
Pesawat maskapai BBN Airlines. (Foto: Dok. BBN Airlines)

Adita menjelaskan jumlah pesawat di Indonesia juga menurun secara signifikan pascapandemi Covid-19. Situasi ini menurutnya juga terjadi pada industri penerbangan lainnya di seluruh dunia. Produktivitas pabrikan pesawat menurun sejak hingga pasca pandemi, dan disusul oleh situasi konflik geopolitik.

"Ini terjadi hampir di seluruh dunia, memang jumlah armada menurun drastis, sempat jatuh mencapai 40 persen dibandingkan sebelum pandemi," tutur dia.

Jumlah pesawat sebelum pandemi sekitar 700-800 pesawat. Sedangkan pascapandemi, atau setidaknya data terbaru pada tahun 2024 jumlah pesawat di Indonesia baru pulih di angka 450-500 armada saja.

"Demand yang sangat tinggi di penerbangan kurang bisa dicukupi dengan jumlah pesawat yang ada, meskipun aircraft saat ini mendorong produktivitas pesawat," ucap Adita.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Nasional
1 hari lalu

Pemerintah bakal Bangun Water Taxi di Bali Senilai Rp1,21 Triliun

Nasional
1 hari lalu

Ini Strategi Kemenhub untuk Wujudkan Zero ODOL 2027, Siapkan Insentif untuk Pengusaha

Nasional
4 hari lalu

Pemerintah Naikkan Tarif Fuel Surcharge Tiket Pesawat Jadi 38 Persen

Nasional
9 hari lalu

Wamenhub Ungkap Sewa Jet Pribadi Meningkat saat Lebaran 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal