Dari Perut Bumi Papua ke Smelter Gresik, Merangkai Hilirisasi Tambang sebagai Fondasi Pertumbuhan Ekonomi

Irfan Ma'ruf
Kolam penampungan konsentrat dari hasil pengolahan bijih (ore) mineral tambang oleh PTFI di MP 74, Tembagapura, Mimika, Papua Tengah, yang kerap dijuluki Bundaran HI. (Foto: iNews.id).

Khusus PTFI, dari semua kinerja bisnis perseroan memproyeksi dapat menyetor 5,6 miliar dolar AS atau setara hampir Rp90 triliun ke kas negara pada 2024. Jumlah tersebut meningkat dibanding 2023 sebesar 2,7 miliar dolar AS atau ekuivalen dengan Rp41 triliun.

Ketua Indonesia Mining & Energy Forum (IMEF) Singgih Widagdo menilai hilirasi sebagai langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan pemurnian dan pengolahan tambang di dalam negeri menjadi bahan jadi, ada nilai tambah.

“Itu (bahan jadi) bukan saja untuk memenuhi kebutuhan industri di dalam negeri, namun juga menambah serapan tenaga kerja,” ujarnya dihubungi iNews.id. 

Singgih mengapresiasi komitmen MIND ID terkait hilirisasi industri tambang. Perlu diingat, kata dia, hilirisasi bukan tugas holding pertambangan pelat merah itu semata, tapi juga pemerintah. 

“Bahkan mesti dibangun oleh Kementerian ESDM, Kementerian Perindustrian dan lain-lain, termasuk Kementerian Keuangan dalam memastikan kemudahan sisi fiskal/non-fiskal bagi investor,” ucapnya.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
1 bulan lalu

Istana Bicara Skema Baru Bagi Hasil Tambang, Segera Diumumkan?

2 bulan lalu

Indonesia dan China Kerja Sama Kembangkan Teknologi Sumber Energi Hijau

3 bulan lalu

ESDM Nilai Mineral Strategis Krusial bagi Masa Depan Energi RI

4 bulan lalu

Samin Tan Tersangka Korupsi Pengelolaan Tambang, Langsung Ditahan 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal