Dari Perut Bumi Papua ke Smelter Gresik, Merangkai Hilirisasi Tambang sebagai Fondasi Pertumbuhan Ekonomi

Irfan Ma'ruf
Kolam penampungan konsentrat dari hasil pengolahan bijih (ore) mineral tambang oleh PTFI di MP 74, Tembagapura, Mimika, Papua Tengah, yang kerap dijuluki Bundaran HI. (Foto: iNews.id).

Kemudian, blok Kucing Liar yang juga akan digarap tahun ini dan memiliki masa produksi hingga 2053. Dulu, semua hasil tambang Freeport diekspor begitu saja ke luar negeri.

Namun kini kegiatan itu tinggal cerita. Kebijakan hilirisasi untuk mendapatkan nilai tambah dari industri tambang yang digelorakan Pemerintah Indonesia telah mengubah aktivitas bisnis perseroan secara drastis.

Sebagai wujud kepatuhan isi Kontrak Karya II, Freeport Indonesia membangun pabrik pemurnian dan pengolahan (smelter) hasil tambang. Dimulai dari PT Smelting Gresik pada 1996 dan teranyar Smelter Manyar di Kawasan Ekonomi Khusus JIIPE Gresik.

Pada 23 September 2024, Presiden Joko Widodo meresmikan produksi katoda tembaga perdana dari smelter tersebut.

“Dengan mengolah sumber daya alam sendiri dan tidak ekspor raw material, akan membuka lapangan pekerjaan yang sangat besar. Ini pelaksanaan dari gagasan hilirisasi yang merupakan fondasi ekonomi baru Indonesia yang tidak bertumpu pada konsumsi domestik, tapi kita mau bertumpu pada produksi," kata Jokowi.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
1 bulan lalu

Istana Bicara Skema Baru Bagi Hasil Tambang, Segera Diumumkan?

2 bulan lalu

Indonesia dan China Kerja Sama Kembangkan Teknologi Sumber Energi Hijau

2 bulan lalu

ESDM Nilai Mineral Strategis Krusial bagi Masa Depan Energi RI

4 bulan lalu

Samin Tan Tersangka Korupsi Pengelolaan Tambang, Langsung Ditahan 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal