Tak hanya bantuan fisik, Kelompok Tani Gangnam juga memperoleh berbagai pelatihan teknis yang mendukung peningkatan produktivitas.
“Ada pelatihan budidaya lele, pelatihan ternak ayam, sampai pelatihan melon. Jadi dari pembenihan sampai panen diajarkan,” kata Yunus.
Berkat dukungan tersebut, Kelompok Tani Gangnam kini mampu mengembangkan berbagai komoditas pertanian dan perikanan yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Sebagian besar hasil panen dijual kepada warga sekitar dengan harga terjangkau. Kangkung misalnya dijual sekitar Rp15.000 per kilogram, sementara pakcoi sekitar Rp12.000 per kilogram.
“Kalau satu ikat biasanya Rp3.000 sampai Rp5.000 tergantung jenis sayurannya,” ujar Yunus.