Transformasi lahan menjadi Kebun Gangnam dimulai pada September 2023 melalui program penataan kawasan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Berbagai instansi teknis dilibatkan untuk mengubah lahan yang semula tidak produktif itu menjadi area pertanian perkotaan atau urban farming.
Sarmudi mengatakan prosesnya tidak mudah. Kondisi tanah yang didominasi bebatuan membuat kawasan tersebut harus diratakan terlebih dahulu menggunakan alat berat sebelum ditimbun tanah yang layak untuk budidaya tanaman.
“Dulu tanah bawahnya bebatuan, bukan langsung tanah. Jadi diratakan dulu pakai alat berat, baru di atasnya diberikan tanah merah supaya bisa ditanami,” ujarnya.
Setelah penataan kawasan selesai, Kelurahan Pegangsaan Dua bersama kelompok tani mulai mengembangkan berbagai komoditas pertanian. Menurut Sarmudi, Kebun Gangnam memiliki sekitar 70 jenis tanaman yang ditanam secara bergantian sesuai musim dan kebutuhan pasar.
“Kalau bulan ini terong, bulan berikutnya cabai. Kalau menjelang Ramadan biasanya kita tanam timun suri. Jadi bergantian,” kata Sarmudi.