Belajar dari Masa Sulit, Craftote Bangkit lewat Pendampingan Rumah BUMN BRI

Rizky Agustian
Craftote Gallery & Coffee. (Foto: Rizky Agustian)

“Nah dari BRI juga akhirnya kita ekspor. Ekspornya ke mana? Ke Kanada,” kata Thio.

Kini produk Craftote telah dikirim ke Kanada, Australia, Jepang, hingga Inggris dalam skema less container load (LCL). Untuk pasar Kanada saja, Thio mengaku sudah tujuh kali melakukan pengiriman dengan buyer yang sama.

Fokus ke Kerajinan Tangan Ramah Lingkungan

Setelah melewati masa sulit, Craftote kini lebih fokus mengembangkan produk berbahan serat alam yang ramah lingkungan. Salah satu material utamanya adalah eceng gondok, tanaman yang selama ini kerap dianggap gulma.

“Ini sebenarnya sampah, gulma. Artinya ketika gak diolah sedemikian rupa, orang gak mau repot cuma satu, dibakar,” ujar Thio.

Melalui tangan para perajin di Yogyakarta, bahan-bahan tersebut diolah menjadi tas, keranjang, lampu, hingga berbagai produk dekorasi rumah dengan sentuhan desain modern.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
Bisnis
2 hari lalu

Sate Ayam Barokah Mayestik Makin Laris Berkat QRIS BRI, Transaksi Lebih Praktis

Bisnis
4 hari lalu

Didukung BRI, KWT Mawar 8 Sulap Lahan Semak Belukar di Tangerang Jadi Kebun Hidroponik

Bisnis
11 hari lalu

Ditopang KUR BRI, Depot Mirah Bulungan Tetap Eksis Hampir 2 Dekade

Bisnis
14 hari lalu

KUR BRI Dorong Sate Ayam Barokah Mayestik Naik Kelas, dari Trotoar Kini Sewa Ruko

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal