Keputusan besar pun diambil. Dua gerai coffee shop yang baru dibuka akhirnya ditutup. Thio memilih kembali fokus membangun Craftote dari fondasi yang lebih kuat.
Dia kembali aktif mengikuti berbagai kegiatan yang disediakan Rumah BUMN BRI, salah satunya kelas keuangan yang membuka matanya.
“Akhirnya kita masuk lagi ke Rumah BUMN BRI. Ikut kelas keuangan. Di situ kita baru sadar, habis deh belajar di situ,” katanya.
Menurut Thio, pendampingan yang diberikan Rumah BUMN BRI tidak berhenti pada penyediaan tempat usaha semata. Dia mengaku mendapatkan banyak pelajaran terkait pengelolaan usaha, pengembangan jejaring, hingga strategi ekspor.
Perjalanan Thio bersama Rumah BUMN BRI bermula tak lama setelah Craftote dibuka. Saat itu, Tim BRI datang langsung melihat konsep usaha yang menggabungkan galeri kerajinan tangan dengan coffee shop.