Aturan PPN 12 Persen Hanya ke Barang Mewah, Ekonom Singgung Harus Ada Perubahan Aturan

muhammad farhan
Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Aviliani singging ubah aturan terkait PPN 12 persen sebelum dikenakan ke barang mewah (foto: iNews.id/ Farhan)

JAKARTA, iNews.id - Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Aviliani memandang usulan DPR yang hendak menerapkan pajak pertambahan nilai (PPN) 12 persen kepada barang mewah, perlu dilakukan melalui perubahan undang-undang terlebih dahulu. Hal itu tidak bisa dilakukan begitu saja.

Sebab, aturan PPN sebelumnya telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). Untuk itu, Aviliani menilai meski usulan DPR tengah dipertimbangkan Presiden Prabowo, penerapan hanya terhadap barang mewah juga harus melalui revisi UU tersebut. 

"Ya, menurut saya sih itu kan undang-undangnya ya. Jadi undang-undangnya kan mesti diubah dulu. Kalau sampai sekarang belum ada perubahan undang-undang, sekarang kan nggak bisa apa-apa," ucap Aviliani saat ditemui di acara Investor Network Summit 2024, dikutip Sabtu (7/12/2024). 

Aviliani menjelaskan dirinya tetap berharap kebijakan PPN 12 persen dilanjutkan. Hal ini dipandangnya karena waktu penerapan yang sudah terlampau dekat, yakni per 1 Januari 2025. 

"Kalau mau saya sih akan tetap untuk ke depannya naik," tutur dia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyebut akan memberlakukan PPN 12 persen hanya untuk barang-barang mewah. Hal tersebut, katanya, telah diatur dalam undang-undang.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

DPR Siap Bahas Aturan Baru untuk Menindak Pelaku dan Pengkampanye LGBT

57 tahun lalu

Chatib Basri Sebut Ekonomi RI 2026 Tak Sama dengan Era Krisis 98, Ini Penjelasannya

57 tahun lalu

Dasco Ungkap Hasil Pertemuan dengan Dirut Himbara: Situasi Perbankan saat Ini Sangat Bagus

57 tahun lalu

Neraca Dagang RI Surplus 5,64 Miliar Dolar AS di April 2026, Rekor 72 Bulan Beruntun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal