Chatib Basri Sebut Ekonomi RI 2026 Tak Sama dengan Era Krisis 98, Ini Penjelasannya
JAKARTA, iNews.id - Ekonom senior, Chatib Basri menegaskan ekonomi Indonesia saat ini tak sama dengan era krisis moneter 1998. Hal itu karena struktur ekonomi Indonesia telah mengalami transformasi besar yang membuatnya jauh lebih siap menghadapi tekanan pasar global.
Chatib menegaskan publik tidak perlu terjebak dalam romantisme ketakutan masa lalu karena sistem keuangan nasional sudah jauh lebih dewasa. Menurutnya, fondasi utama yang membedakan situasi saat ini dengan masa lalu terletak pada mekanisme nilai tukar yang kini bersifat dinamis dan fleksibel.
"Sama enggak '98 dengan 2026? The answer is no karena yang membedakan paling besar adalah flexible exchange rate," ujar Chatib dalam Grab Business Forum di Shangri-La Hotel, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Eks Menteri Keuangan ini menjelaskan pada tahun 1998, masyarakat belum terbiasa dengan nilai tukar fleksibel, sehingga banyak yang terjebak meminjam dolar AS namun memiliki pendapatan dalam rupiah, yang akhirnya memicu lonjakan kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL).
Sebaliknya, pada tahun 2026, kelompok menengah atas hingga korporasi sudah melakukan langkah antisipasi melalui lindung nilai atau hedging maupun menyimpan aset dalam bentuk valuta asing.