Negara ASEAN Rumuskan Tren Kuliner Masa Depan Jelang Internasional Ekraf 2021
Kegiatan ini menghadirkan beberapa narasumber yang akan menyampaikan informasi strategis seputar kuliner, yaitu Founder Indonesia Gastronomy Network Vita Datau, Managing Director and Consultant Perfect Link Consulting Group Thailand Jutamas Wisansing, Chef of NUSA Indonesia Gastronomy Ragil Imam Wibowo, Vice President Food Writers Association of The Philippines (FWAP) Myrna Dizon Segismundo, Chief of MKT & Communication Board Board Vietnam Culinary Culture Association Le Hanh, dan Development Economist University of Indonesia Berly Martawardaya.
Candra berharap webinar ini dapat memperkaya insight atau wawasan seputar industri kuliner. “Karena, wawasan yang akan menuntun kita untuk memikirkan strategi apa yang harus kita lakukan di masa mendatang, sebagai bagian dari ASEAN, khususnya di subsektor kuliner,” ujar Candra.
Founder Indonesia Gastronomy Network Vita Datau mengatakan, tren kuliner saat ini sudah mengarah ke gastronomy tourism. Di mana, wisatawan tidak hanya menekankan pada makanannya saja, tetapi juga diikuti dengan pengalaman serta mengulik sejarah dan budaya dari makanan itu sendiri. Selain itu, wisatawan juga mencari kuliner yang berbasis healthy food, organic plant based, local ingredient, non alcohol drinks, dan minuman herbal.
“Pemikiran yang holistik harus kita miliki, mulai dari upstream, sampai dengan downstream. Mengingat tren gastronomy tourism mengedepankan tahapan dalam wisata kuliner mulai dari persiapan, pemilihan bahan baku makanan, proses memasak, hingga seni presentasi, estetika, dan mutu makanan tersebut. Oleh karena itu, peningkatan terhadap kualitas produk lokal sangat diperlukan,” kata Vita.
Dalam meningkatkan kualitas industri kuliner di ASEAN, menurut Vita terdapat dua hal yang perlu dilakukan oleh pemerintah, yaitu capacity building dan regulasi. Dalam capacity building ada empat hal yang menjadi concern utama, antara lain produknya itu sendiri, SDM, proses distribusi, dan kegiatan promosi seperti meningkatkan lokal festival menjadi nasional festival. Selain itu, diperlukan regulasi yang mendukung produk kuliner lokal serta mengatur food safety dan higienitas.