Gegara Cuaca Panas Ekstrem, Paris Larang Warganya Minum Alkohol
Tak hanya itu, pemerintah juga menghentikan sementara penjualan minuman beralkohol untuk dibawa pulang. Penjualan dilarang mulai pukul 18.00 hingga 07.00 keesokan harinya selama dua hari berturut-turut, termasuk di toko yang khusus menjual minuman beralkohol.
Menurut Faure, dampak gelombang panas juga terlihat dari meningkatnya jumlah operasi penyelamatan yang dilakukan pemadam kebakaran Paris. Pada 25 Juni saja, petugas menangani lebih dari 2.500 operasi, atau sekitar dua kali lipat dibandingkan hari-hari normal.
Pemerintah berharap pembatasan konsumsi dan penjualan alkohol dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan di tengah suhu udara yang sangat tinggi, sekaligus membantu menekan beban rumah sakit yang kini dipenuhi pasien akibat cuaca panas ekstrem.
Editor: Muhammad Sukardi