Cegah Obesitas Anak, Yuk Kenalkan Kebiasaan Makan Menu Berwarna-warni sejak Dini
Secara umum, semua jenis makanan dapat dikonsumsi oleh anak selama sesuai dengan usia dan tak dikonsumsi secara berlebihan. Selain itu, dalam pola asuh anak, orang tua perlu menunjukkan contoh baik terkait makanan.
Misalnya, dengan membaca label bahan makanan dengan cermat. Pada label produk kental manis, terdapat informasi yang menunjukkan produk tersebut tidak boleh menggantikan ASI, tidak cocok untuk bayi yang belum mencapai usia 12 bulan, dan tidak dapat dijadikan satu-satunya sumber gizi.
"Tidak perlu menyalahkan ibu atau keluarga yang memiliki anak obesitas. Namun, kasus tersebut dapat dijadikan sebagai pembelajaran dan refleksi untuk mengevaluasi pola asuh yang diterapkan pada anak," kata dr Frida.
Pantau berat badan sejak bayi
Anak dengan obesitas dapat menimbulkan berbagai komplikasi kesehatan seperti diabetes, kolesterol tinggi, dan perlemakan hati dini. Bahkan dalam jangka panjang, bisa menyebabkan kegagalan hati.
Oleh karena itu, dr. Frida mengimbau orang tua memantau berat badan dan pertumbuhan anak sejak bayi menggunakan kurva pertumbuhan. Jika berat badan anak sudah melebihi standar deviasi +2 SD dari tinggi badannya, maka dia sudah mengalami kegemukan. Jika sudah mencapai +3 SD, maka anak tergolong obesitas.