Sandiaga Uno Sebut Work From Bali Tidak Menjadi Pemicu Peningkatan Kasus Covid-19
Di samping itu, Menparekraf juga mendorong percepatan vaksinasi dan pengetatan protokol kesehatan berbasis CHSE di destinasi dan sentra ekonomi kreatif, yang berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait. Kemudian, berkenaan dengan travel corridor arrangement terus dipersiapkan, terutama dari segi end-to-end CHSE.
“Tentunya travel corridor arrangement ini terus kita siapkan. Memang kasus Covid-19 meningkat, tapi tidak berarti kita berhenti mempersiapkan. Kita harus terus menyiapkan terutama dari segi end-to-end CHSE, jadi begitu wisatawan mancanegara mendarat sampai kepulangan, kita persiapkan dan kita melibatkan K/L yang lain. Rencananya nanti dengan menyesuaikan situasi pandemi, kita akan tingkatkan koordinasi di level menteri untuk dibawa keputusan akhir kepada Bapak Presiden setelah keadaan prakondisi Covid-19 yang lebih kondusif,” kata Menparekraf, dikutip melalui keterangan tertulisnya.
Senada dengan Menparekraf, Gubernur Bali, Wayan Koster juga menegaskan, meningkatnya kasus Covid-19 di Bali, bukan dikarenakan program Work From Bali. “Saya menegaskan tidak ada kaitannya sama sekali. Jadi memang ini naik karena seiring dengan peningkatan aktivitas masyarakat. Karena memang di Bali sekarang ini situasinya sudah seperti normal,” ujarnya.
Wayan menjelaskan banyak masyarakat Bali yang telah divaksin. Ketika dinyatakan positif Covid-19, pemulihannya pun berlangsung dengan cepat.
“Dari data yang ada, terdapat 1.408 kasus aktifnya, 400 dirawat di rumah sakit, sisanya 900 lebih melakukan karantina terpusat maupun juga isolasi mandiri. Kemudian yang meninggal itu sangat landai di bawah 5 orang per hari. Mudah-mudahan hal ini bisa dikendalikan dalam waktu cepat,” kata I Wayan.