Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Indahnya Hutan Adat Imbo Putui, Suguhkan Keseimbangan Ekonomi dan Alam Berkelanjutan
Advertisement . Scroll to see content

Menilik Sejarah Zaman Purba di Desa Wisata Sangiran Sragen

Minggu, 07 Agustus 2022 - 08:00:00 WIB
Menilik Sejarah Zaman Purba di Desa Wisata Sangiran Sragen
Museum Purba di Desa Wisata Sangiran. (Foto: dok iNews)
Advertisement . Scroll to see content

Di mana, ‘bleng’ adalah garam yang dibuat untuk kerupuk gendar. Air asin ini juga dulunya kerap digunakan sebagai pengganti garam dapur, sebelum akhirnya mudah ditemukan seperti sekarang. 

Uniknya lagi, pada mata air ini terdapat gelembung yang berbau belerang. Oleh karenanya, saat api mendekat, maka akan meletup. 

Mata air asin ini berawal karena Sangiran dulunya berupa lautan. Namun, adanya pergeseran kulit bumi lah yang membuat air asin ini terperangkap di Sangiran hingga saat ini. 

Untuk tiba di Mata Air Pablengan, Anda perlu membelah hamparan sawah yang jadi #PesonaIndonesia, tentu dapat memanjakan pandangan. 

Desa wisata yang ditetapkan pada pertengahan 2019 ini telah dikunjungi oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. Diakui oleh Aries Yustioko, sekretaris Desa Wisata Sangiran, Sandiaga Uno sempat mencicipi sensasi menaiki getek –perahu yang dibuat dari bambu- pada aliran sungai yang sampai ke Punden Tingkir.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut