Bantah Stigma Tempat Pesugihan, Gunung Kawi Disebut Destinasi Wisata Religi dan Budaya
Meski demikian, mereka mengakui citra Gunung Kawi perlahan berubah seiring berkembangnya media sosial. Menurut pengelola, berbagai konten yang mengejar sensasi membuat sebagian masyarakat lebih mempercayai stigma dibanding sejarah panjang serta nilai budaya yang dimiliki kawasan tersebut.
“Lalu muncul satu anggapan yang terus diulang: 'Gunung Kawi adalah tempat pesugihan.' Sebagai masyarakat yang lahir dan besar di sini, kalimat itu selalu terasa berat,” tulis pernyataan pengelola Gunung Kawi.
Pengelola menegaskan Gunung Kawi bukanlah tempat pesugihan. Namun, mereka tidak menampik kemungkinan ada pihak luar yang memanfaatkan nama Gunung Kawi untuk kepentingan tertentu sehingga memunculkan stigma tersebut.
Melalui klarifikasi ini, pengelola berharap masyarakat dapat melihat Gunung Kawi secara lebih utuh sebagai kawasan yang menyimpan sejarah, budaya, dan tradisi religi yang telah diwariskan turun-temurun.
“Sudah saatnya cerita tentang Gunung Kawi ditulis kembali. Bukan dengan kemarahan, melainkan dengan kejujuran. Bukan untuk menyalahkan siapa pun, melainkan untuk mengajak semua orang melihat Gunung Kawi dari sudut pandang yang lebih utuh,” tulis pengelola Gunung Kawi.