Pengelola Gunung Kawi Minta Publik Berhenti Percaya Stigma Pesugihan, Bukan Tempat Ditakuti!
JAKARTA, iNews.id – Pengelola wisata religi Gunung Kawi meminta masyarakat berhenti mempercayai stigma yang menyebut kawasan tersebut sebagai tempat pesugihan. Permintaan itu disampaikan setelah nama Gunung Kawi kembali ramai diperbincangkan di media sosial dan dikaitkan dengan isu pesugihan yang menyeret salah satu artis.
Melalui unggahan resmi di akun Instagram @gunungkawistory, pengelola menegaskan bahwa Gunung Kawi sejak lama dikenal sebagai destinasi wisata religi. Kawasan tersebut menjadi tempat masyarakat berdoa, berziarah, dan mengungkapkan rasa syukur, bukan seperti anggapan yang berkembang di media sosial.
“Sebagai tempat berdoa, bukan tempat yang ditakuti,” tulis pengelola dalam pernyataan tersebut.
Pengelola menjelaskan, jauh sebelum media sosial dipenuhi berbagai konten sensasional, Gunung Kawi telah didatangi ribuan peziarah dari berbagai daerah. Kehadiran mereka turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar, mulai dari pedagang bunga, pemilik warung, pengelola penginapan, hingga sopir angkutan.
Selain menjadi tempat ibadah dan ziarah, Gunung Kawi juga disebut menyimpan nilai budaya dan sejarah yang diwariskan secara turun-temurun. Karena itu, pengelola menyayangkan citra kawasan tersebut perlahan berubah akibat narasi yang terus beredar di media sosial.