Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Komdigi Akui Ada Bahaya Tersembunyi di Balik AI, Intai Data Publik!
Advertisement . Scroll to see content

Tak Mau Anak Jadi Korban Dunia Maya, Publik Desak Komdigi Tegas Aturan Digital

Minggu, 15 Februari 2026 - 15:33:00 WIB
Tak Mau Anak Jadi Korban Dunia Maya, Publik Desak Komdigi Tegas Aturan Digital
Ilustrasi anak-anak main media sosial. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

Selama ini, banyak platform digital dirancang dengan orientasi keterlibatan (engagement) setinggi mungkin. Dalam praktiknya, desain semacam itu bisa berbenturan dengan kepentingan perlindungan anak, mulai dari paparan konten berbahaya hingga eksploitasi data pribadi.

PP Tunas diharapkan menjadi 'rem' sekaligus 'rambu lalu lintas' agar inovasi teknologi tetap berjalan tanpa mengorbankan keamanan anak.

Verifikasi Usia Jangan Jadi Celah Baru

Isu lain yang tak kalah penting adalah perlindungan data pribadi anak. Publik mendorong agar mekanisme verifikasi usia dan persetujuan orang tua tidak malah membuka risiko baru.

Prinsip data minimization dan privacy by design menjadi kata kunci. Artinya, platform hanya boleh mengumpulkan data yang benar-benar diperlukan, dengan sistem keamanan yang dirancang sejak awal, bukan tambal sulam setelah terjadi kebocoran.

Kekhawatiran ini cukup beralasan. Tanpa pengaturan yang ketat, verifikasi usia bisa berubah menjadi praktik pengumpulan data berlebihan, yang justru membahayakan anak di kemudian hari.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut