Peneliti Kembangkan Smartwatch Bisa Deteksi Covid-19 Lewat Keringat
Perangkat seperti jam tangan ini mengukur tingkat dua protein yang melonjak selama IBD menyala dan saat dikenakan di lengan, keringat pasif berdifusi ke dalam strip sensor. Sensor tersebut berisi dua elektroda, dilapisi dengan antibodi yang mengikat kedua protein, suatu proses yang mengubah arus listrik yang menuju ke reader.
Reader itu kemudian akan mentransfer data secara nirkabel ke aplikasi smartphone yang mengubah pengukuran listrik menjadi konsentrasi protein.
Setelah beberapa menit, keringat lama berdifusi, dan keringat yang baru keluar masuk ke strip untuk dianalisis. Untuk sensor sitokin baru mereka, yang dikenal sebagai SWEATSENSER Dx, para peneliti membuat strip sensor dengan antibodi terhadap tujuh protein pro-inflamasi.
SWEATSENSER Dx cukup sensitif mengukur sitokin pada pasien yang memakai obat anti-inflamasi, mengeluarkan jauh lebih sedikit bahan kimia. Perangkat melacak level sitokin hingga 168 jam sebelum strip sensor perlu diganti.
Editor: Dani M Dahwilani